Minggu, 05 Juni 2016

Bukan awal dan bukan akhir.

Tuhan.
Terimakasih.
Hari kemarin memang pelajaran bagiku
Dan hari esok akan jadi waktu untuk belajar dan memperbaiki
Meski tak ada perih seperih kemarin, tak ada sesal yang sesesal mungkin selain kemarin.
Semuanya sangat cukup membuatku tercengang tuhan
Jika memang kau menyayanginya, kau tak punya alasan apapun untuk menggantikannya
Gengsi bukan sifat dari orang yang menyayangi dengan tulus

Tuhan.
Setidaknya aku tau jika dia menyayangiku
Tak pernah aku berfikir bahkan hati nuraniku sendiri terketuk melihat air matanya
Aku bisa merasakan setulus apa dia, sesakit apa hatinya
Tak bisa ku pungkiri
Aku yang salah. Ku akui itu
Maafkan aku yang tak paham dengan tiap kalimat bahkan sering kali bii ulang
Maafkan aku yang tak pernah sabar dan mementingkan perasaanku dari pada berfikir tentangmu bii
Maafkan aku yang selalu berfikir negatif tentang isi hatimu bii
Maafkan aku tuhan
Maaf aku menyakiti hambamu yang selalu ingin melihat ku menjadi wanita baik

Bodoh!!!
Yaa aku wanita terbodoh yang terlalu sok tau tentang perasaan pria itu
Selama ini aku berjalan, melakukan apa yang bisa membuatku bertahan, menguatkan diri.

Dan???
Apa yang ku perbuat???
Dalam satu saat saja aku merobohkan semua
Menyakiti hati oarang yang ku inginkan ditiap doaku
Menyakiti diriku sendiri dengan sesal yang akan selalu ku ingat selamanya
Awalnya aku berfikir ini akhir
Aku merusak semua
Aku sudah hampir sampai digaris finish penantianku, dimana aku mendapatkan pria itu, dimana aku bisa bersamanya dan ia milikku seutuhnya hanya milikku, tak dibagi dan tak ragu

Sudahlah...
Toh semua sudah terjadi
Aku tak perlu memulai dari awal, cukup melanjutkan.
Entah sampai dimana, tapi sekarang aku lebih semangat karena aku tau. Aku tak berjalan sendiri lagi
Mulai hari ini
Aku belajar dari hari kemarin. Dan aku akan menggapai hari esok
Lakukan semua yang terbaik yang bisa kulakukan

Bukankah aku memiliki tuhan yang maha adil, maha pelihat dan maha menyayangi
Kuatkan aku tuhan
Terimakasih atas kesempatan kedua ini
Aku tak menjajikan apa-apa
yang perlu kau tau bii, sayangku tak mengenal batas, alasan dan kata cukup
Biar tuhan dan waktu yang membantuku

apapun yang mengatas namakan sayang. akan bisa dicapai dengan perjuangan