
malam adik tunggal ku :)
mungkin saat kau membaca tulisan ku ini, kau sedang tak bersama ku.
tapi aku tau :) kau pasti merasakan kehadiran ku di samping mu. bahkan mungkin kau mendengar suara ku membacakan tulisan ini untuk mu :) :')
kau pasti bertanya-tanya. untuk apa aku membuat tulisan ini untuk mu :D
yapp. aku hanya ingin kau mengetahui sisi lain dari seorang kakak yang menurut mu terlalu mengekang mu ini, aku bisa saja berbicara langsung kepada mu tetang semua hal yang akan ku sampaikan di tulisan ini. tapi apa aku sanggup?
apa aku sanggup menatap mata binar mu serta wajah lugu kecil mu itu?
apa aku sanggup menyampaikan ini semua hingga akhir?
apa sanggup mendengar dan melihat respon acuh bahkan cetus mu nantinya ketika ku mulai berbicara?
ku rasa tidak sanggup sayang. aku tidak akan sanggup melakukan itu semua. saat memikirkan apa yang terjadi sekarang antara kita saja aku tidak sanggup menahan bulir bening ini jatuh dari kedua mata yang persis sama dengan mata milik mu itu adik polos ku :)
pertama aku ingin meminta maaf atas semua sikap ku selama 14 tahun menjadi kakak mu, dan selama 8 tahun menjadi teman tidur mu sayang.
maaf karena aku belum bisa menjadi kakak yang kau inginkan.
maaf karena aku belum bisa menjadi contoh buat adik semata wayang ku ini.
maaf karena aku belum bisa menjaga mu dari dunia di luar sana yang kejam dan bisa menyakiti mu.
maaf karena aku belum bisa menjaga mu dari orang-orang di luar sana yang bisa membahayakan mu bahkan melukai fisik juga hati mu.
maaf karena aku belum bisa menjadi tempat yang tepat untuk mu berbagi masalah, cerita, bahkan belum bisa menjadi penguat, penyemangat, pemberi motivasi juga bahu ku pun tak pernahku sediakan untuk mu bersandar untuk sekedar beristirahat atau membagi lelah mu saat mengahadapi ke hidupan demi kehidupan baru mu itu.
maaf karena aku terlalu ego dan terlalu percaya kepada mereka yang menjatuhkan mu.
maaf karena aku terlalu mengatur mu, bahkan mengurusi pribadi mu.
maaf karena aku terklalu kasar dan keras dalam menghadapi mu.
maaf adik ku tersayang. aku belum bisa menjadi kakak yang baik buat mu.
tapi kau tau? apa kau tau mengapa aku kasar, keras bahkan mengekang mu juga ingin tau semua tentang mu? itu semua ku lakukan karena aku terlalu menyayangi mu. aku tidak mau melihat mata kecil binar mu itu merah dan mengeluarkan bulir bening. aku tidak mau melihat mu diam termenung karena beban dalam pikiran juga benak hati mu. aku tidak mau adik kecil ku menekuk muka kecil imutnya itu hanya karena seorang pria. aku tidak akan tega sayang melihat mu seperti itu. aku akan merasa gagal menjadi seorang kakak, jika semua hal itu terjadi pada mu sayang. apa guna ku sebagai kakak tunggal mu jika aku tak bisa menjaga mu dari pria-pria yang berusaha mendapatkan mu hanya untuk mempermainkan hati yang halus dan lembut mu itu? jika aku tak bisa menjadi sahabat dan tempat mu berbagi sehingga kau lebih memilih berbagi dan mencari sahabat di luar sana yang bisa saja menjerumuskan mu ke pergaulan yang salah? apa kau pikir aku akan diam saja? TIDAK akan sayang. selama aku masih ada di dunia ini, meskipun ku tau suatu saat nanti kita akan berpisah kamar, berpisah rumah, berpisah jauh. tapi aku akan tetap menjadi kakak yang akan selalu menjaga mu, selalu ada saat kau membutuhkan mu, yang akan memberi mu cahaya saat kau berada di kegelapan, yang akan mengangkat mu saat kau jatuh, mengusap air mata mu, dan bahkan saat seisi dunia ini tak berpihak kepada mu dan meninggalkan mu, aku akan tetap berada di samping mu sayang. tak akan ku biar kan 1 jari pun menyetuh tubuh anggun mu dengan kasar, tak akan ku biar kan 1 orang pun merubah sikap dan sifat manja nan baik budi mu sayang. tak akan ku biarkan siapapun melukai perasaan lembut mu. tidak akan ku biarkan semua itu.
kau juga harus tau adik termancung ku. aku melakukan semua ini karena aku tak ingin kau seperti ku. aku tak mau diri mu yang cantik nan soleha itu bernasib seperti ku. yaa seperti ku yang merasakan kecewa sekecewa mungkin saat entah harus kuliah di mana lagi. merasakan down dan terpojokkan karena kegagalan untuk membanggakan orang tua. aku tak ingin kau seperti ku sayang. sebelum terlambat, sebelum diri mu itu menginjakkan kaki menuju dunia remaja aku hanya ingin membekali mu, aku hanya ingin memberi pandangan dan pertimbangan untuk mu sayang. karena dunia remaja lah yang berhasil mempengaruhi ku. mempengaruhi sikap dan sifat ku, membelokkan tujuan hidup ku, membalikkan jalan fikiran ku yang dulu luga hingga menjadi jatuh bangun, naik turun dalam proses menuju menggapai jati diri ku. dan aku tak mau kau seperti ku itu. aku ingin kau tetap menjadi adik polos, lugu, anggun, soleha, dan baik budi luhur seperti ini. meski ku tau dalam mencari jati diri kau akan berubah menyesuaikan diri. tapi aku akan selalu memastikan kau tidak salah jalan adik kecil ku.
ku akui cara ku menjaga mu salah, cara ku mendidik mu keras, cara ku melindungi mu ini sama saja aku mengekang ku. maaf sayang. kini ku sadari semua itu. aku akan belajar bagaimana menjadi kakak yang bisa membuat mu nyaman berada dalam tiap sentuhan dan pelukan ku. kakak yang bisa kau banggakan suatu saat nanti. aku akan berusaha sayang, agar kau mau membuka hati seperti dulu lagi. agar kau mau berkata "itu kakak ku loh :)" di sertai senyum simpul manis mu itu.
kau fikir aku tidak merasa perih ketika aku bertanya
sudah makan dek?
sudah shalat dek?
mau ke mana dek?
mau di bantu sayang?
jawab mu cetus culas dan singkat "tidak" "sudah"
tak pernah aku mendengar jawaban seacuh itu dari bibir kecil mu sayang. dan itu sudah mampu meneteskan 1 air mata ku.
kau berhak marah kepada ku karena ku terlalu memperlakukan mu seperti anak kecil. iya aku tau kau telah menginjak remaja sayang. tapi di mata ku kau masih adik kecil ku yang senantiasa membutuhkan seorang kakak. entah hingga nanti kau dewasa, berkuliah, berumah tangga, bahkan saat kita telah terpisah atau kau telah di panggil dengan sebutan ibu oleh anak-anak mu kelak kau tetap adik kecil ku sayang :*
suatu saat nanti kau akan tau, bagaimana rasanya menjadi kakak. bagaimana rasanya menjaga seseorang yang paling kecil yang ia harus lindungi. saat kau menjadi ibu dari anak-anak mu kelak. kau atau tau semua itu. kau akan tau semua yang ku rasakan. meski tidak sama persis tapi setidaknya menjadi kakak mu adalah sama saja menjadi ibu ke 2 mu. karena hanya akan ada 2 wanita yang senantiasa berada di samping mu. aku dan ibu :)
kau tau? batapa kakak mu ini merindukan sosok mu yang dulu? yang selalu menghabisakan waktu untuk tertawa, berkejar-kejaran, bermain ban motor, berfeshion show ria di depan cermin dengan pakaian ibu, berfoto ria dengan gaya-gaya konyol kita, bahkan sekedar bercerita dan tertawa dengan volume suara yang kecil agar tidak terdengar oleh ayah dan ibu di atas kasur besar kita ketika ingin tidur.
semua sudah tidak pernah kita lakuakan lagi, sejak kamu menginjak remaja dan mulai membenci ku karena sikap ku yang memang pantas kau benci. dan karen kesibukan kita dengan tugas, pelajaran sekolah dan kampus masing-masing.
intinya, mau bagaimana pun kamu, mau seperti apa pun sikap mu terhadap ku, akan tetap kakak mu adik kecil ku, ku tetap kakak mu yang akan selalu di samping mu, selalu menjaga mu, selalu kepo tentang mu, selalu membuka kedua tangan saat kau ingin menghabur kepelukan ku, hingga nanti, hingga aku di panggil terlebih dahulu oleh sang maha pencipta.
I LOVE YOU MY SISTER
I MISS YOU BABY
andi asmaul fauziyah :*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar