Entah sejak kapan perasaan itu ada
Entah sejak kapan aku mulai nyaman berada didekatmu
Entah sejak kapan benci itu berubah menjadi rasa bahagia
Awalnya benar-benar tidak ada hal yang baik bisa ku lihat
dari sosokmu
Bisa dikatakan rasa benci yang teramat saja yang bisa
menggambarkanmu dimata ku
Hingga perasaan itu berubah entah bagaimana awal kedekatan
kita
Semua terjadi tanpa kesengajaan bahkan aku baru sadar ketika
rasa benci itu berubah menjadi nyaman
Yang ku ingat hanya celoteh jailmu dengan segudang kosakata
kasarmu yang selalu berhasil memancing emosiku.
Bisa ku simpulkan mungkin waktu itu kau suka berdebat
denganku, tak tau apa alasanmu tentang semua celoteh dan debat goblok
itu, semakin hari semua semakin jelas
Jelas bahwa aku salah menilai sosok gilamu
Mungkin dulu sosok mu adalah pria jahat yang tak punya
perasaan dan terlalu masa bodoh dengan orang lain yang hanya memikirkan dirimu
sendiri
Tapi maaf sepertinya aku salah menilaimu
Yayaya aku sadari aku tak bisa menilai orang sebelum
mengenalnya lebih dekat, tapi sekarang aku bahkan mengenalmu terlalu dekat
Dan kini aku tau apa alasan dari sikap jahat bahkan naifmu
dulu
Ternyata mengenalmu tidak sesulit membencimu dulu
Akan ku konfirmasi tentang sosok mu kini di mata ku.
Tak bisa ku pungkiri, banyak hal yang membahagiakan yang ku
temukan dari sosok abal-abalmu
Ibaratnya kamu seperti air yang selalu bisa menyesuaikan
wadahnya
Namun dibalik semua rasa bahagia mengenalmu ini, ada rasa
bersalah yang tidak akan bisa ku benarkan. Bahkan orang lain diluar kitapun
pasti mengatakan ini hal yang salah amat salah meski dilihat dari cara pandang
manapun akan tetap salah
Yaaa. Di antara aku dan kamu ada mereka
Mereka yang memiliki kita
Wanita manis itu yang memiliki mu
Dan pria tegap itu yang memiliki ku
Aku sendiri tak pernah berharap ada diposisi seperti ini
Menyayangi pria yang telah memiliki wanita yang amat ia
sayangi sedangkan ada pria yang menyayangiku pula
Entah apa pandangan orang diluar kita tentang kenaifan ku
Mungkin mereka semua berpikir aku wanita yang ego. Hanya
memikirkan bahagiaku dengan menyakiti priaku dan wanitamu sekaligus
Di satu sisi aku memang salah sangat salah jahat dan sangat
jahat
Bagaimana aku bisa menyakiti wanita yang manis itu, wanita
yang amat menyayangi prianya, wanita yang sangat menjaga hubungan kalian, dan
sekarang apa? Aku menjadi pembagi perhatian bahkan kasih sayang yang seharusnya
seutuhnya hanya untuk wanita itu.
Dan aku juga menyakiti pria ku, pria yang sudah memberi
kepercayaan dan menjaga kepercayaan yang sudah kita bangun sejak lalu
tapi di satu sisi aku
hanya ingin merasakan bahagia meski tak ku miliki sosok mu
salah iya aku tau aku salah.
Tak akan ada alasan yang membenarkan keinginanku ini
Jujur aku tak akan bisa jika di suruh untuk menjauhi mu
Entah ini perasaan sesaat atau memang benar-benar sebuah
ketulusan
Yang ku tau aku terlalu nyaman dengan keberadaanmu untuk ku
sekarang
Meski aku tak bisa memilikimu
Tapi aku berterimakasih pada tuhan
Terimakasih telah mendekatkan kita dengan cara yang tak
pernah bisa ku tebak akan begini nantinya. Hingga aku bisa mengenalmu dengan
sosok yang lebih baik, melihat hal-hal baru yang menenangkan.
Aku sadar, apapun yang aku lakukan untuk menunjukan
keberadaan rasa sayang itu pada sosok mu tak kan bisa menyaingi kasih sayang
wanita mu, wanita manis itu masih dan akan sampai kapanpun menduduki posisi
pertama dihatimu. Dan sampai kapanpun, bahkan bagaimanapun tak akan bisa aku
menggesernya.
Beruntungnya menjadi wanitamu. Bisa memiliki mu, merasakan
kasih sayang bahkan ketulusan, hingga sikap manismu itu selamanya. Jujur ku
iri, ku cemburu. Entah aku ingin menyalahkan waktu yang lambat mempertemukan
kita atau posisi kita saat ini. Tapi inilah takdir tuhan
Bagaimanapun aku bersyukur setidaknya aku bisa merasakan
menjadi wanita yang kau sayangi dan merasakan sedikit ketulusan itu meski hanya
sementara ya semetara saja
Aku seperti meminjammu, suatu saat nanti kau akan kembali ke
pemilikmu.
Entah kapan waktu itu akan tiba. Waktu dimana kau akan jauh
dari ku.
Waktu dimana semua perhatian kecilmu tak akan ku dapatkan
lagi
Waktu dimana kata-kata bahkan sikap gilamu yang selalu
mengundang tawaku akan lenyap
Waktu dimana kau akan menajadi sosok yang ku andai andaikan
kebedradaanmu kembali
Dan kapanpun waktu itu tiba aku sudah siap meski aku tak
pernah mengharapkan waktu itu datang, tak pernah.
Dan tak akan pernah aku inginkan waktu itu datang.
Aku hanya ingin aku dan dan kamu menjadi kita, kita yang
utuh.
Tapi sudahlah lupakan harap konyolku ini.
Yang bisa kulakukan saat ini hanya menjalani kesempatan yang
diberi oleh tuhan ini.
Yang ku tau, aku sedang melakukan kesalahan yang indah
sekarang.