Sabtu, 07 Mei 2016

Antara Kita dan Mereka!!!

Entah sejak kapan perasaan itu ada
Entah sejak kapan aku mulai nyaman berada didekatmu
Entah sejak kapan benci itu berubah menjadi rasa bahagia

Awalnya benar-benar tidak ada hal yang baik bisa ku lihat dari sosokmu
Bisa dikatakan rasa benci yang teramat saja yang bisa menggambarkanmu dimata ku
Hingga perasaan itu berubah entah bagaimana awal kedekatan kita
Semua terjadi tanpa kesengajaan bahkan aku baru sadar ketika rasa benci itu berubah menjadi nyaman
Yang ku ingat hanya celoteh jailmu dengan segudang kosakata kasarmu yang selalu berhasil memancing emosiku.
Bisa ku simpulkan mungkin waktu itu kau suka berdebat denganku, tak tau apa alasanmu tentang semua celoteh dan debat goblok itu, semakin hari semua semakin jelas
Jelas bahwa aku salah menilai sosok gilamu
Mungkin dulu sosok mu adalah pria jahat yang tak punya perasaan dan terlalu masa bodoh dengan orang lain yang hanya memikirkan dirimu sendiri
Tapi maaf sepertinya aku salah menilaimu
Yayaya aku sadari aku tak bisa menilai orang sebelum mengenalnya lebih dekat, tapi sekarang aku bahkan mengenalmu terlalu dekat
Dan kini aku tau apa alasan dari sikap jahat bahkan naifmu dulu
Ternyata mengenalmu tidak sesulit membencimu dulu
Akan ku konfirmasi tentang sosok mu kini di mata ku.
Tak bisa ku pungkiri, banyak hal yang membahagiakan yang ku temukan dari sosok abal-abalmu
Ibaratnya kamu seperti air yang selalu bisa menyesuaikan wadahnya
Namun dibalik semua rasa bahagia mengenalmu ini, ada rasa bersalah yang tidak akan bisa ku benarkan. Bahkan orang lain diluar kitapun pasti mengatakan ini hal yang salah amat salah meski dilihat dari cara pandang manapun akan tetap salah
Yaaa. Di antara aku dan kamu ada mereka
Mereka yang memiliki kita
Wanita manis itu yang memiliki mu
Dan pria tegap itu yang memiliki ku
Aku sendiri tak pernah berharap ada diposisi seperti ini
Menyayangi pria yang telah memiliki wanita yang amat ia sayangi sedangkan ada pria yang menyayangiku pula
Entah apa pandangan orang diluar kita tentang kenaifan ku
Mungkin mereka semua berpikir aku wanita yang ego. Hanya memikirkan bahagiaku dengan menyakiti priaku dan wanitamu sekaligus
Di satu sisi aku memang salah sangat salah jahat dan sangat jahat
Bagaimana aku bisa menyakiti wanita yang manis itu, wanita yang amat menyayangi prianya, wanita yang sangat menjaga hubungan kalian, dan sekarang apa? Aku menjadi pembagi perhatian bahkan kasih sayang yang seharusnya seutuhnya hanya untuk wanita itu.
Dan aku juga menyakiti pria ku, pria yang sudah memberi kepercayaan dan menjaga kepercayaan yang sudah kita bangun sejak lalu
tapi  di satu sisi aku hanya ingin merasakan bahagia meski tak ku miliki sosok mu
salah iya aku tau aku salah.
Tak akan ada alasan yang membenarkan keinginanku ini
Jujur aku tak akan bisa jika di suruh untuk menjauhi mu
Entah ini perasaan sesaat atau memang benar-benar sebuah ketulusan
Yang ku tau aku terlalu nyaman dengan keberadaanmu untuk ku sekarang
Meski aku tak bisa memilikimu
Tapi aku berterimakasih pada tuhan
Terimakasih telah mendekatkan kita dengan cara yang tak pernah bisa ku tebak akan begini nantinya. Hingga aku bisa mengenalmu dengan sosok yang lebih baik, melihat hal-hal baru yang menenangkan.
Aku sadar, apapun yang aku lakukan untuk menunjukan keberadaan rasa sayang itu pada sosok mu tak kan bisa menyaingi kasih sayang wanita mu, wanita manis itu masih dan akan sampai kapanpun menduduki posisi pertama dihatimu. Dan sampai kapanpun, bahkan bagaimanapun tak akan bisa aku menggesernya.
Beruntungnya menjadi wanitamu. Bisa memiliki mu, merasakan kasih sayang bahkan ketulusan, hingga sikap manismu itu selamanya. Jujur ku iri, ku cemburu. Entah aku ingin menyalahkan waktu yang lambat mempertemukan kita atau posisi kita saat ini. Tapi inilah takdir tuhan
Bagaimanapun aku bersyukur setidaknya aku bisa merasakan menjadi wanita yang kau sayangi dan merasakan sedikit ketulusan itu meski hanya sementara ya semetara saja
Aku seperti meminjammu, suatu saat nanti kau akan kembali ke pemilikmu.

Entah kapan waktu itu akan tiba. Waktu dimana kau akan jauh dari ku.
Waktu dimana semua perhatian kecilmu tak akan ku dapatkan lagi
Waktu dimana kata-kata bahkan sikap gilamu yang selalu mengundang tawaku akan lenyap
Waktu dimana kau akan menajadi sosok yang ku andai andaikan kebedradaanmu kembali
Dan kapanpun waktu itu tiba aku sudah siap meski aku tak pernah mengharapkan waktu itu datang, tak pernah.
Dan tak akan pernah aku inginkan waktu itu datang.
Aku hanya ingin aku dan dan kamu menjadi kita, kita yang utuh.
Tapi sudahlah lupakan harap konyolku ini.
Yang bisa kulakukan saat ini hanya menjalani kesempatan yang diberi oleh tuhan ini.
Yang ku tau, aku sedang melakukan kesalahan yang indah sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar